CINDERELLA DAN PUTRI IRAKUS
- Cinderella adalah seorang gadis
yang cantik jelita. Namun, dia kehilangan orang yang sangat dicintainya
yaitu ibunya. Ketika ayahnya menikah dan pergi meninggalkannya, hidupnya
semakin menderita. Dia selalu diperlakukan seperti pembantu oleh ibu dan saudara
tirinya.
- Pada saat itu, Sang Ratu
mengadakan acara pesta dansa untuk mencari jodoh untuk Pangeran.
Cinderella ingin sekali pergi ke pesta itu, namun ibu dan saudara tirinya
tidak menijinkannya. Tapi dengan bantuan peri, Cinderella bisa pergi ke
pesta itu dengan syarat kembali ke rumah sebelum jam 12 malam karena
setelah jam 12 malam keajaiban itu akan hilang.
- Setelah jam 12 malam,
Cinderella meninggalkan istana. Namun, tanpa sengaja, dia meninggalkan
sepatu bot kesayangannya. Pangeran yang sudah jatuh hati padanya,
mengadakan sayembara barang siapa yang ukuran kakinya pas dengan sepatu
bot istimewa tersebut, akan menikah dengannya.
- Ketika Cinderella mencoba
sepatu bot istimewa tersebut, ternyata cocok dan Cinderella juga mempunyai
pasangan sepatu bot yang lain. Pangeran pun langsung melamar Cinderella.
Setelah itu, Pangeran membawa Cinderella ke istana. Namun, cerita itu
belum selesai.
- Ketika Sang Pangeran membawa
Cinderella ke istana . . . .
- (Di arena sudah ada Ratu dan
Putri Irakus yang sedang duduk di kursi. Cinderella dan Pangeran masuk ke
arena)
- Ratu
:
(berdiri lalu menunjuk Cinderella) Siapa perempuan ini,
Pangeran?
Ini adalah wanita yang akan menjadi istriku.
Kau yakin memilih wanita seperti ini?
Ya, kami sudah saling mencintai. (Cinderella dan Pangeran saling
bertatap muka, berpegangan tangan, dan tersenyum.)
Apa? Kau pilih perempuan seperti ini yang tampang pembantu? Apa
kata Bu Nia?
Apa kata dunia, Ratu.
Ya. Itu maksudku.
Walaupun penampilannya seperti pembantu, tapi hatinya seperti
emas 24 karat.
Kau bilang hatinya seperti emas karatan? Tapi Pangeran. Bunda
sudah menemukan pasangan yang cocok untukmu Pangeran. Dia adalah putri dari
Kerajaan Jatuh Bangun.
Tapi Bunda . . . .
Dia adalah wanita yang sangat cantik. Lagipula dia adalah wanita
yang baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung. Apabila kerajaan kita
bersatu dengan Kerajaan Jatuh Bangun, akan menjadi kerajaan yang sangat
besaaar.
Tapi aku sangat mencintainya, Bunda.
Tidak boleh! Pokoknya kau harus menikah dengan Putri Irakus.
Hah? Irakus? Nama yang aneh. Tapi aku tetap tidak mau.
Harus mau!
Tidak mau!
Pokoknya harus!
Gak mau!
Harus!
Mau. Eh tidak mau!
Dasar anak durhaka kau!
Lho, kok jadi kaya Malin Kundang?
Kurang ajar kau! Sudah membantah perintah orang tua! (Ratu
hampir menampar Pangeran)
Marah….Merongos…..Pindah agama……..!!!
(masuk ke arena) Stop..!! Ada apa ini? Siapa perempuan itu?
(menunjuk Cinderella)
Ini adalah calon istriku, Ayahanda.
Oh, ini calon istrimu. Jadi perempuan ini yang memenangkan
sayembara sepatu bot itu.(sambil melirik sepatu bot yang dipakai Cinderella)
Iya, Ayahanda. Dia bahkan mempunyai pasangan sepatu bot yang
lainnya.
Tapi aku sudah menemukan jodoh buat Pangeran! Dia adalah putri
dari Kerajaan Jatuh Bangun.
Ya sudah. Itu terserah Pangeran saja!
Tapi, Raja. Aku tidak setuju dengan keputusanmu. Masa Pangeran
menikah sama pembantu seperti itu. Jangan gila donk!
(berfikir sejenak) Ya. Sudah. Bagaimana kalau kita adakan suatu
kompetisi?
(berdiri) Kompetisi seperti apa, Yang Mulia?
Kalau kau menang dalam kompetisi itu, kau yang akan menikahi
Pangeran. Kalau perempuan itu yang menang, dia yang akan menikah dengan
Pangeran. Ada yang tidak setuju dengan kuputusanku?
Lagi-lagi kau memberikan keputusan yang aneh! Setelah kau dan
Pangeran mengadakan sayembara sepatu bot aneh itu!
Baiklah kalau begitu, saya terima, Yang Mulia.
Apa? Kau terima tantangan aneh itu? (marah)
Sudahlah Bibi. Saya bisa bersaing secara sportif.
Apa?? Kau panggil aku Bibi? Memangnya aku bibimu apa? (semakin
marah)
Oh! Maksudku Ibunda Ratu. Lagipula saya yakin saya bisa
mengalahkan perempuan itu.
(mengacungkan tangan)
Ada apa, Nona? Kau tidak setuju dengan keputusanku?
Saya setuju dengan keputusan Yang Mulia.
Lalu, kenapa kau mengacungkan tangan?
Sebenarnya, saya keberatan dipanggil dengan sebutan perempuan
itu. Saya kan juga punya nama.
Oh ya. Kau belum memperkenalkan diri. Siapa namamu?
Namaku Cinderella.
Cinderella? Gadis cerobong asap. Nama yang paling aneh yang
pernah kudengar. Lihat dirimu! Kau memang pantas mendapatkan nama itu!
Sebenarnya itu cuma nama panggilanku saja. Nama itu diberikan
oleh ibu dan saudara-saudara tiriku yang selalu jahat padaku.
Bisa kali gak curhat !!
Kalau begitu, siapa nama aslimu?
Siapa aja ,, boleeeeeeeeh
Wa wa waduuhhhh ,
Iya iya. Nama asliku adalah Mocu Claudia Abraba Bella Sintia
Cornelius Protectus Alfonso Equil Da Barbara Margaretha.
Tapi, namaku juga tidak kalah panjangnya dengan Cinderella. Aku
bisa menyebutkannya sekarang.
Stop! Kenapa kita jadi mempeributkan nama?
- (semua terdiam sejenak)
- Raja
:
Bagaimana denganmu, Pangeran? Kau setuju?
hmmhhh setuju gak ya?? Huahhaaa iya deh setuju aja.
Apa? Kau terima juga keputusan aneh itu? Sedangkan kau membantah
perintahku?
Okelah kalau begitu, kompetisi dimulai besok pagi pukul 9.00
sampai dengan selesai.
Tapi, kompetisi seperti apa baginda?
Kompetisi yang akan digelar yaitu Kompetisi Menjahit Kalian
siap?
- Cinderella
& Putri Irakus :
Siap, Yang Mulia.
Ya sudah. Ku tunggu besok ya. Dah! (meninggalkan arena kemudian
disusul dengan Cinderella dan Pangeran sambil bergandengan tangan)
Kita harus menyusun rencana supaya Cinderella kalah dalam
kompetisi itu.
Yess, I agree with you.
Sini, saya bisikin.
Ih… Geli!
Mau gak?
Iya, iya.
Itu ide berlian!
Brilian.
Ya. Itu maksudku.
Ha ha ha ha ha . . . .
- (Ratu dan Putri Irakus
meninggalkan arena).
- Keesokan harinya . . . .
- (Semua masuk arena)
- Raja
:
Kalian sudah siap melaksanakan kompetisi?
- Cinderella
& Putri Irakus :
Ya iyalah . . . .
Kompetisi ini yaitu kompetisi menjahit baju untuk Pangeran. Peraturannya
sangat mudah. Kalian harus membuat sebuah baju untuk Pangeran dalam waktu satu
malam. Baju yang kalian buat harus diserahkan besok pagi. Kalian mengerti
dengan peraturannya?
- Cinderella
& Putri Irakus :
Mengerti, Yang Mulia.
Sekarang, kalian bisa memulai pembuatan baju kalian.
Baiklah Yang Mulia, kami berdua pamit sekarang.
- (Cinderella & Putri Irakus
pergi meniggalkan arena disusul dengan Raja)
- Malamnya, Cinderella mulai
menjahit.
- (Cinderella masuk membawa kain
dan berpura-pura menjahit, kemudian pengawal masuk).
- Pengawal
:
Nona Cinderella. Anda dipanggil
dipanggil siapa ..??!
Yang Maha Kuasa, ya nggak lah. Dipanggil raja nohh……..
Oh, baiklah kalau begitu.
- (Cinderella dan Pengawal meninggalkan
arena, kemudian datang Putri Irakus)
- Putri
Irakus :
(datang lalu merobek pakaian buatan Cinderella) Dengan begini.
Kau pasti kalah, Cinderella. Ha ha ha ha! (meninggalkan arena, kemudian
beberapa detik kemudian Cinderella datang).
Tidak! Siapa yang berani melakukan ini? (mengambil kain yang
telah dirobek) Aduh, pasti aku akan kalah dalam kompetisi kedua ini. Apa yang
harus kulakukan? (menangis, kemudian keluar arena).
- Keesokan harinya . . . .
- (Raja, Pangeran, Ratu, &
Pengawal masuk)
- Raja
:
Akhirnya tiba saatnya untuk penentuan pemenang dari kompetisi
kedua ini. Kepada Putri Irakus, silahkan masuk dan memperlihatkan baju
buatannya.
- (Putri Irakus masuk sambil
memperlihatkan baju buatannya)
- Putri
Irakus :
Ini Yang Mulia. Ini adalah baju yang saya buat.
Cukup bagus. Kalau boleh tahu, apa bahan yang kau pakai untuk
membuat baju ini?
Baju ini dibuat dari berbagai macam kulit. Kulit unta, kulit
pisang, kulit domba, kulit gajah, kulit cheetah, dan tak lupa juga ditambahkan
dengan kulit kodok.
Wow! Unik sekali!
Tentu saja! Siapa dulu yang membuatnya? Putri Irakus . . . .
Sekarang, tiba giliran Cinderella. Cinderella, saatnya kau masuk
dan membawa baju buatanmu.
- Satu jam kemudian . . .
- (Cinderella tidak
muncul-muncul)
- Dua jam kemudian . . . .
- (Cinderella tidak muncul juga)
- Krik krik krik krik…….
- Raja
:
Kemana sih Cinderella itu? Kok belum muncul-muncul. Pengawal!
Cari Cinderella!
Baik (kemudian keluar arena)
Mungkin dia belum menyelesaikan baju buatannya. Atau mungkin dia
sama sekali tidak bisa menjahit.
Tunggu dulu! Pengawal kita kan sedang mencari dia. Pliss deh!
Tunggu bentar donk ah!
- Beberapa menit kemudian . . . .
- Cinderella
:
(datang tergesa-gesa dan pengawal menyusul di belakang
Cinderella)Yang Mulia, maaf…saya terlambat.
Dari mana saja kamu Cinderella? Kami sudah menunggu kamu,
Cinderella.
Begini yang mulia, seseorang telah merobek baju yang saya buat
untuk Pangeran.
Alaah! Paling itu cuma alasan kamu saja.
Tidak! Semua itu benar! Ini buktinya.
- (menunjukan baju robek ke raja
dan kemudian ke penonton)
- Ratu
:
Alah! Paling kamu yang merobek baju itu.
Tidak! Itu tidak benar! Sumpah!
Sudahlah!
Tapi ratu, bukannya kita yang merobek baju milik Cinderella itu?
Alamaaak, keceplosan akuu..
Ooo…
Jadi, kalian yang merobek baju Cinderella itu?
Bukan aku! Itu Putri Irakus! (menunjuk Putri Irakus)
Tapi itu kan ide Ratu!
Sudah-sudah! Jadi saya putuskan yang akan menikah dengan
Pangeran adalah . . . . Cinderella!
Tidak!
- (Pengawal menyeret Putri Irakus
pergi)
- Ratu
:
Dengan sangat berat hati, aku terima kau jadi menantuku,
Cinderella.
Akhirnya kita bisa bersatu, Cinderella.
Iya. Pangeran.
- (Ratu & Raja meninggalkan
arena)
- Pangeran
:
Kita bisa memulai hidup baru tanpa ada yang menggangu. Aku cinta
karo koe cinderella….
iya. aku juga. huahaha
- Akhirnya, setelah berbagai
macam kompetisi dijalani, Cinderella dapat bersatu dengan Pangeran. Mereka
pun hidup bahagia selamanya . . . .
- Cinderella adalah seorang gadis
yang cantik jelita. Namun, dia kehilangan orang yang sangat dicintainya
yaitu ibunya. Ketika ayahnya menikah dan pergi meninggalkannya, hidupnya
semakin menderita. Dia selalu diperlakukan seperti pembantu oleh ibu dan saudara
tirinya.
- Pada saat itu, Sang Ratu
mengadakan acara pesta dansa untuk mencari jodoh untuk Pangeran.
Cinderella ingin sekali pergi ke pesta itu, namun ibu dan saudara tirinya
tidak menijinkannya. Tapi dengan bantuan peri, Cinderella bisa pergi ke
pesta itu dengan syarat kembali ke rumah sebelum jam 12 malam karena
setelah jam 12 malam keajaiban itu akan hilang.
- Setelah jam 12 malam,
Cinderella meninggalkan istana. Namun, tanpa sengaja, dia meninggalkan
sepatu bot kesayangannya. Pangeran yang sudah jatuh hati padanya,
mengadakan sayembara barang siapa yang ukuran kakinya pas dengan sepatu
bot istimewa tersebut, akan menikah dengannya.
- Ketika Cinderella mencoba
sepatu bot istimewa tersebut, ternyata cocok dan Cinderella juga mempunyai
pasangan sepatu bot yang lain. Pangeran pun langsung melamar Cinderella.
Setelah itu, Pangeran membawa Cinderella ke istana. Namun, cerita itu
belum selesai.
- Ketika Sang Pangeran membawa
Cinderella ke istana . . . .
- (Di arena sudah ada Ratu dan
Putri Irakus yang sedang duduk di kursi. Cinderella dan Pangeran masuk ke
arena)
- Ratu
:
(berdiri lalu menunjuk Cinderella) Siapa perempuan ini,
Pangeran?
Ini adalah wanita yang akan menjadi istriku.
Kau yakin memilih wanita seperti ini?
Ya, kami sudah saling mencintai. (Cinderella dan Pangeran saling
bertatap muka, berpegangan tangan, dan tersenyum.)
Apa? Kau pilih perempuan seperti ini yang tampang pembantu? Apa
kata Bu Nia?
Apa kata dunia, Ratu.
Ya. Itu maksudku.
Walaupun penampilannya seperti pembantu, tapi hatinya seperti
emas 24 karat.
Kau bilang hatinya seperti emas karatan? Tapi Pangeran. Bunda
sudah menemukan pasangan yang cocok untukmu Pangeran. Dia adalah putri dari
Kerajaan Jatuh Bangun.
Tapi Bunda . . . .
Dia adalah wanita yang sangat cantik. Lagipula dia adalah wanita
yang baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung. Apabila kerajaan kita
bersatu dengan Kerajaan Jatuh Bangun, akan menjadi kerajaan yang sangat
besaaar.
Tapi aku sangat mencintainya, Bunda.
Tidak boleh! Pokoknya kau harus menikah dengan Putri Irakus.
Hah? Irakus? Nama yang aneh. Tapi aku tetap tidak mau.
Harus mau!
Tidak mau!
Pokoknya harus!
Gak mau!
Harus!
Mau. Eh tidak mau!
Dasar anak durhaka kau!
Lho, kok jadi kaya Malin Kundang?
Kurang ajar kau! Sudah membantah perintah orang tua! (Ratu
hampir menampar Pangeran)
Marah….Merongos…..Pindah agama……..!!!
(masuk ke arena) Stop..!! Ada apa ini? Siapa perempuan itu?
(menunjuk Cinderella)
Ini adalah calon istriku, Ayahanda.
Oh, ini calon istrimu. Jadi perempuan ini yang memenangkan
sayembara sepatu bot itu.(sambil melirik sepatu bot yang dipakai Cinderella)
Iya, Ayahanda. Dia bahkan mempunyai pasangan sepatu bot yang
lainnya.
Tapi aku sudah menemukan jodoh buat Pangeran! Dia adalah putri
dari Kerajaan Jatuh Bangun.
Ya sudah. Itu terserah Pangeran saja!
Tapi, Raja. Aku tidak setuju dengan keputusanmu. Masa Pangeran
menikah sama pembantu seperti itu. Jangan gila donk!
(berfikir sejenak) Ya. Sudah. Bagaimana kalau kita adakan suatu
kompetisi?
(berdiri) Kompetisi seperti apa, Yang Mulia?
Kalau kau menang dalam kompetisi itu, kau yang akan menikahi
Pangeran. Kalau perempuan itu yang menang, dia yang akan menikah dengan
Pangeran. Ada yang tidak setuju dengan kuputusanku?
Lagi-lagi kau memberikan keputusan yang aneh! Setelah kau dan
Pangeran mengadakan sayembara sepatu bot aneh itu!
Baiklah kalau begitu, saya terima, Yang Mulia.
Apa? Kau terima tantangan aneh itu? (marah)
Sudahlah Bibi. Saya bisa bersaing secara sportif.
Apa?? Kau panggil aku Bibi? Memangnya aku bibimu apa? (semakin
marah)
Oh! Maksudku Ibunda Ratu. Lagipula saya yakin saya bisa
mengalahkan perempuan itu.
(mengacungkan tangan)
Ada apa, Nona? Kau tidak setuju dengan keputusanku?
Saya setuju dengan keputusan Yang Mulia.
Lalu, kenapa kau mengacungkan tangan?
Sebenarnya, saya keberatan dipanggil dengan sebutan perempuan
itu. Saya kan juga punya nama.
Oh ya. Kau belum memperkenalkan diri. Siapa namamu?
Namaku Cinderella.
Cinderella? Gadis cerobong asap. Nama yang paling aneh yang
pernah kudengar. Lihat dirimu! Kau memang pantas mendapatkan nama itu!
Sebenarnya itu cuma nama panggilanku saja. Nama itu diberikan
oleh ibu dan saudara-saudara tiriku yang selalu jahat padaku.
Bisa kali gak curhat !!
Kalau begitu, siapa nama aslimu?
Siapa aja ,, boleeeeeeeeh
Wa wa waduuhhhh ,
Iya iya. Nama asliku adalah Mocu Claudia Abraba Bella Sintia
Cornelius Protectus Alfonso Equil Da Barbara Margaretha.
Tapi, namaku juga tidak kalah panjangnya dengan Cinderella. Aku
bisa menyebutkannya sekarang.
Stop! Kenapa kita jadi mempeributkan nama?
- (semua terdiam sejenak)
- Raja
:
Bagaimana denganmu, Pangeran? Kau setuju?
hmmhhh setuju gak ya?? Huahhaaa iya deh setuju aja.
Apa? Kau terima juga keputusan aneh itu? Sedangkan kau membantah
perintahku?
Okelah kalau begitu, kompetisi dimulai besok pagi pukul 9.00
sampai dengan selesai.
Tapi, kompetisi seperti apa baginda?
Kompetisi yang akan digelar yaitu Kompetisi Menjahit Kalian
siap?
- Cinderella
& Putri Irakus :
Siap, Yang Mulia.
Ya sudah. Ku tunggu besok ya. Dah! (meninggalkan arena kemudian
disusul dengan Cinderella dan Pangeran sambil bergandengan tangan)
Kita harus menyusun rencana supaya Cinderella kalah dalam
kompetisi itu.
Yess, I agree with you.
Sini, saya bisikin.
Ih… Geli!
Mau gak?
Iya, iya.
Itu ide berlian!
Brilian.
Ya. Itu maksudku.
Ha ha ha ha ha . . . .
- (Ratu dan Putri Irakus
meninggalkan arena).
- Keesokan harinya . . . .
- (Semua masuk arena)
- Raja
:
Kalian sudah siap melaksanakan kompetisi?
- Cinderella
& Putri Irakus :
Ya iyalah . . . .
Kompetisi ini yaitu kompetisi menjahit baju untuk Pangeran. Peraturannya
sangat mudah. Kalian harus membuat sebuah baju untuk Pangeran dalam waktu satu
malam. Baju yang kalian buat harus diserahkan besok pagi. Kalian mengerti
dengan peraturannya?
- Cinderella
& Putri Irakus :
Mengerti, Yang Mulia.
Sekarang, kalian bisa memulai pembuatan baju kalian.
Baiklah Yang Mulia, kami berdua pamit sekarang.
- (Cinderella & Putri Irakus
pergi meniggalkan arena disusul dengan Raja)
- Malamnya, Cinderella mulai
menjahit.
- (Cinderella masuk membawa kain
dan berpura-pura menjahit, kemudian pengawal masuk).
- Pengawal
:
Nona Cinderella. Anda dipanggil
dipanggil siapa ..??!
Yang Maha Kuasa, ya nggak lah. Dipanggil raja nohh……..
Oh, baiklah kalau begitu.
- (Cinderella dan Pengawal meninggalkan
arena, kemudian datang Putri Irakus)
- Putri
Irakus :
(datang lalu merobek pakaian buatan Cinderella) Dengan begini.
Kau pasti kalah, Cinderella. Ha ha ha ha! (meninggalkan arena, kemudian
beberapa detik kemudian Cinderella datang).
Tidak! Siapa yang berani melakukan ini? (mengambil kain yang
telah dirobek) Aduh, pasti aku akan kalah dalam kompetisi kedua ini. Apa yang
harus kulakukan? (menangis, kemudian keluar arena).
- Keesokan harinya . . . .
- (Raja, Pangeran, Ratu, &
Pengawal masuk)
- Raja
:
Akhirnya tiba saatnya untuk penentuan pemenang dari kompetisi
kedua ini. Kepada Putri Irakus, silahkan masuk dan memperlihatkan baju
buatannya.
- (Putri Irakus masuk sambil
memperlihatkan baju buatannya)
- Putri
Irakus :
Ini Yang Mulia. Ini adalah baju yang saya buat.
Cukup bagus. Kalau boleh tahu, apa bahan yang kau pakai untuk
membuat baju ini?
Baju ini dibuat dari berbagai macam kulit. Kulit unta, kulit
pisang, kulit domba, kulit gajah, kulit cheetah, dan tak lupa juga ditambahkan
dengan kulit kodok.
Wow! Unik sekali!
Tentu saja! Siapa dulu yang membuatnya? Putri Irakus . . . .
Sekarang, tiba giliran Cinderella. Cinderella, saatnya kau masuk
dan membawa baju buatanmu.
- Satu jam kemudian . . .
- (Cinderella tidak
muncul-muncul)
- Dua jam kemudian . . . .
- (Cinderella tidak muncul juga)
- Krik krik krik krik…….
- Raja
:
Kemana sih Cinderella itu? Kok belum muncul-muncul. Pengawal!
Cari Cinderella!
Baik (kemudian keluar arena)
Mungkin dia belum menyelesaikan baju buatannya. Atau mungkin dia
sama sekali tidak bisa menjahit.
Tunggu dulu! Pengawal kita kan sedang mencari dia. Pliss deh!
Tunggu bentar donk ah!
- Beberapa menit kemudian . . . .
- Cinderella
:
(datang tergesa-gesa dan pengawal menyusul di belakang
Cinderella)Yang Mulia, maaf…saya terlambat.
Dari mana saja kamu Cinderella? Kami sudah menunggu kamu,
Cinderella.
Begini yang mulia, seseorang telah merobek baju yang saya buat
untuk Pangeran.
Alaah! Paling itu cuma alasan kamu saja.
Tidak! Semua itu benar! Ini buktinya.
- (menunjukan baju robek ke raja
dan kemudian ke penonton)
- Ratu
:
Alah! Paling kamu yang merobek baju itu.
Tidak! Itu tidak benar! Sumpah!
Sudahlah!
Tapi ratu, bukannya kita yang merobek baju milik Cinderella itu?
Alamaaak, keceplosan akuu..
Ooo…
Jadi, kalian yang merobek baju Cinderella itu?
Bukan aku! Itu Putri Irakus! (menunjuk Putri Irakus)
Tapi itu kan ide Ratu!
Sudah-sudah! Jadi saya putuskan yang akan menikah dengan
Pangeran adalah . . . . Cinderella!
Tidak!
- (Pengawal menyeret Putri Irakus
pergi)
- Ratu
:
Dengan sangat berat hati, aku terima kau jadi menantuku,
Cinderella.
Akhirnya kita bisa bersatu, Cinderella.
Iya. Pangeran.
- (Ratu & Raja meninggalkan
arena)
- Pangeran
:
Kita bisa memulai hidup baru tanpa ada yang menggangu. Aku cinta
karo koe cinderella….
iya. aku juga. huahaha
- Akhirnya, setelah berbagai
macam kompetisi dijalani, Cinderella dapat bersatu dengan Pangeran. Mereka
pun hidup bahagia selamanya . . . .